Ketika kontrol laboratorium, seringkali terdengar seseorang berkata bahwa dirinya mempunyai asam urat. Atau pernahkah Anda mendengar seseorang merasa menderita asam urat waktu ia merasa sakit nyeri pada sendi-sendi tulang lututnya? Keluhan-keluhan tersebut sering dijumpai di masyarakat, dimana orang menyalahkan atau memperkirakan asam urat sebagai penyebab penyakitnya. Padahal, asam urat tersebut secara normal berada di tubuh manusia dengan kadar kurang atau sama dengan 7 mg/dl. Namun, apa sesungguhnya asam urat itu?
ASAM urat adalah asam lemah yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Nukleotid purin merupakan bahan penting untuk komposisi asam nukleat dan sumber energi tubuh. Pada keadaan normal akan terjadi keseimbangan antara pembentukan dan pemecahan nukleotid purin. Sedangkan purin tersebut berasal dari asupan diet purin dan pemakaian ulang purin yang sudah terdapat di dalam tubuh. Untuk mengubah purin menjadi asam urat dibutuhkan enzim xanthine axidase. Bagian tubuh yang mengandung banyak enzim tersebut antara lain adalah hati dan usus.
Hiperurikemi atau peningkatan kadar asam urat darah melebihi 7 mg/dl merupakan kelainan biokimiawi darah pada orang yang kebanyakan tidak disertai oleh kelainan klinik atau kelainan patologi. Peningkatan kadar asam urat darah ini bisa diakibatkan oleh produksi asam urat tubuh yang meningkat, atau pengeluaran (ekskresi) asam urat dari tubuh yang menurun, atau gabungan keduanya.
Kelainan patologi pada jaringan tubuh diakibatkan oleh deposit kristal urat (monosodium urat/MSU) di jaringan tersebut. Jaringan tubuh yang sering terlibat pada keadaan hiperurikemi adalah sendi, jaringan penunjang di sekitar sendi, dan ginjal. Sehingga manifestasi klinis kelainan hiperurikemi kebanyakan terjadi pada jaringan-jaringan tersebut. Manifestasi klinis ini sering disebut sebagai penyakit gout.
Asam urat sebagian besar -- meliputi duapertiga bagiannya -- akan dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal (urin). Sepertiga lainnya dikeluarkan melalui saluran cerna (tinja), dan kurang dari satu persen dikeluarkan melalui keringat.
Hiperurikemi dibagi menjadi primer dan sekunder. Disebut primer bila penyebabnya adalah kelainan pada enzim yang biasanya diperoleh secara kongenital. Disebut sekunder bila terdapat secara jelas penyakit atau keadaan-keadaan yang dapat meningkatkan kadar asam urat darah. Secara praktis, hiperurikemi diakibatkan oleh peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi asam urat, atau gabungan keduanya.
Peningkatan produksi asam urat antara lain dapat disebabkan oleh kelainan enzim kongenital pada pasien dengan penyakit-penyakit keganasan, kegemukan (obesitas), proses hemotisis, kekurangan oksigen, diet atau makanan kaya purin, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat-obat kanker, dan banyak minum alkohol. Sedangkan penurunan ekskresi asam urat bisa disebabkan antara lain karena penyakit gagal ginjal, tekanan darah tinggi, keadaan kekurangan cairan (dehidrasi), kencing manis ketoasidosis, konsumsi obat-obatan seperti diuretik, salisilat dosis rendah, etambutol, pirazinamid, penyalahgunaan obat pencahar, dan konsumsi alkohol.
Awal mula terjadinya serangan gout antara lain berhubungan dengan perubahan kadar asam urat di tubuh secara cepat, baik itu berupa kadar asam urat yang meningkat cepat antara lain oleh karena asupan diet kaya purin atau kadar asam urat yang menurun dengan cepat antara lain akibat pemberian obat penurun kadar asam urat yang berlebihan. Di samping faktor lepasnya kristal urat dari deposit kristal urat yang telah ada di jaringan.
Faktor Pemicu
Beberapa faktor yang memicu terjadinya serangan gout akut di jaringan sendi antara lain adalah adanya beda temperatur, trauma dan kerusakan jaringan, serta adanya kelainan sendi degeneratif. Pada keadaan gout akut, deposit asam urat -- paling sering terjadi pada sendi pangkal ibu jari kaki -- akan berulah. Sendi ibu jari tersebut akan terlihat membengkak, kemerahan, dan sakit, kadang-kadang disertai rasa demam, yang menggambarkan adanya proses peradangan. Proses ini diakibatkan kristal urat yang akan mengaktifkan sistem peradangan tubuh. Pembuktian bahwa asam urat sebagai penyebab proses peradangan sendi tersebut memerlukan pemeriksaan cairan sendi penderita gout yang diperoleh dari aspirasi (penyedotan) cairan sendi, dan akan terlihat adanya kristal urat yang khas di bawah mikroskop.
Terjadinya endapan kristal urat di ginjal tergantung dari dua faktor utama yaitu konsentrasi urin -- yang bergantung pada volume dan kecepatan aliran urin -- serta tingkat keasaman urin. Bila aliran urin lambat atau volume urin berkurang, akan memudahkan terjadinya endapan kristal urat. Demikian pula ada adanya urin yang asam mempermudah terjadinya endapan kristal urat. Endapan ini akan tinggi dari populasi normal. Disebutkan bahwa faktor batu ginjal tersebut antara lain adalah kadar asam urat yang tinggi, ekskresi kristal urat yang berlebihan, dan urin yang lebih asam.
Analisis batu ginjal pada penderita mendapatkan bahwa 80% terdiri dari batu urat, sedangkan sisanya adalah batu kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran. Batu urat tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan foto radiologik polos (radioluscent). Dicurigai menderita batu ginjal antara lain bila terdapat nyeri pinggang kolik yang akut, hematuri (kencing berdarah), dan rasa sakit waktu berkemih. Diagnosis yang paling akurat adalah bila dapat dilakukan analisis terhadap batu ginjal yang keluar.
Penanganan hiperurikemi meliputi usaha mencari penyebab meningkatnya asam urat, menurunkan kadar asam urat darah dan penanganan terhadap kelainan pada sendi dan ginjal. Usaha mencari penyebab hiperurikemi tidak mudah, berikan saja kepercayaan kepada dokter keluarga Anda. Seringkali keadaan ini diketahui secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan chek-up.
Pemberian Obat
Usaha menurunkan kadar asam urat darah dapat Anda lakukan dengan diet rendah purin, yaitu dengan menghindari atau berpantang terhadap bahan-bahan makanan yang mengandung tinggi purin, antara lain seperti daging segar, jerohan, jamur, kacang-kacangan, brokoli dan asparagus. Menjaga agar jumlah cairan tubuh cukup, dengan minuman cukup cairan, agar produksi urin lebih dari dua liter per hari. Hindari pemakaian alkohol, misalnya dengan pantang minum bir atau arak.
Pemakaian obat-obatan penurun kadar asam urat -- mengurangi produksi asam urat atau membuat ekskresi asam urat meningkat -- harus dengan pengawasan dokter. Begitu pula dengan pemakaian obat-obatan untuk kelainan sendi ataupun ginjal. Pemberian obat untuk membuat urin menjadi basa (alkalinisasi urin) sebaiknya dengan pengawasan dokter pula. Kadangkala bila terjadi gagal ginjal diperlukan tindakan pengobatan cuci darah.
Usaha pencegahan lebih baik daripada usaha pengobatan. Oleh karena itu pada Anda yang cenderung kadar asam uratnya meningkat, seperti Anda yang gemuk atau memakai obat salisilar dosis rendah oleh karena penyakit/keadaan lain, sebaiknya melakukan diet rendah purin dan kontrol berkala kadar asam urat anda di laboratorium.
* dr. Harbanu H. Mariyono,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment