KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GENAP
Bulan\Tangl 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Januari '07 LU LS.1 LU LS1 1
Pebruari '07 2 3 4 LU 5 6 7 8 9 19 LU 11 12 13 14 15 16 LU 17 18 18 20 21 22 LU 23 24 25
Maret '07 26 27 28 LU 29 30 31 32 33 34 LU 35 36 37 38 39 40 LU LHB 41 42 43 44 45 LU 46 47 48 48 50 LHB
Ulangan blok1
April '07 LU 51 52 53 54 LHB 55 LU 56 57 58 59 60 61 LU 62 63 64 65 66 67 LU 68 69 70 71 72 73 LU 74
U.B 1 RS Ujian NAS
Mei '07 75 76 77 78 79 LU 80 81 82 83 84 85 LU 86 87 88 LHB 89 90 LU 91 92 93 94 95 96 LU 97 98 99 100
Juni '07 LHB 101 LU 102 103 104 105 106 107 LU 108 109 110 111 112 113 LU 114 115 116 117 118 119 LU 120 121 122 123 124 125
Ulangan blok II Entry nilai Print out RKK TR PR
Juli '07 LU LS.2 LU LS.2 LU Tahun Pelajaran 2007/2008
Keterangan :
LU : Libur Umum
LHB : Libur Hari Besar
LS.2 : Libur Semester 2
RKK : Rapat Kenaikan Kelas & Penjurusan
TR : Penandatanganan LHBS
PR : Penerimaan LHBS
RS : LHBS Tengah Semester Genap
LU : Libur Umum
LHB : Libur Hari Besar
LS.2 : Libur Semester 2
RKK : Rapat Kenaikan Kelas & Penjurusan
TR : Penandatanganan LHBS
PR : Penerimaan LHBS
RS : LHBS Tengah Semester GenapPROGRAM KERJA KURIKULUM
TAHUN PELAJARAN 2006/2007
Saturday, June 23, 2007
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
SMA NEGERI SAKURA NOHANA
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin canggih serta tingginya persaingan di masing-masing negara membuat pemerintah gencar mempersiapkan pendidikan yang memeliki kualitas tinggi. Untuk kepentingan tersebut pemerintah memprogramkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengatahuan, keterampiln dan sikiap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Hal ini terutama terkait dengan prinsip pengembangan KTSP berdasarkan landasan dari "Sistem Pendidikan Nasional sesuai dengan UU NO. 20 Tahun 2003", dan "PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan Peningkatan Mutu Pendidikan" yang dirancang oleh Menteri Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2002.
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena itu dalam proses pengembangan kurikulum tersebut, tidak hanya menuntut keterampialan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai faktor yang mempenngaruhinya.
Acuan operasional penyusunan KTSP terdiri dari peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntuan dunia kerja, perkembangan iptek, agama, dinamika perkembangan global perstuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, kesetaraan gender dan karakteristik satuan pendidikan.
Dalam pendidikan terdapat dua jenis standar yaitu standar akademis dan standar kompetensi. Standar akademis merefleksikan pengetahuan dan keterampilan esensial setiap ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik. Sedangkan standar kompetensi ditunjukan dalam proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan oleh peserta didik sebagai penerapan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Dengan demikian, standar akademis bisa sama untuk seluruh peserta didik, tetapi standar kompetensi bisa berbeda. Kurikulum sekarang merupakan standar akademis yang harus dikuasai oleh seluruh peserta didik, dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan.
Standar yang perlu ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional adalah standar kompetensi minimal. Batasan kompetensi ini perlu dirumuskan secara eksplisit dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Secara samar-samar standar kompetensi untuksetiap tujuan pokok bahasan dapat diidentifikasi dari uraian GBPP atau kisi-kisi ujian yang dikembangkan oleeh para guru.
Dalam menetapkan standar kompetensi pendidikan nasional, konsensus merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan desentralisasi secara utuh dan menyeluruh. Penetapan standar kompetensi dan standar mutu pendidikan merupakan jaminan bagi laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas nasional. Di samping itu, merupakan acuan penyelenggaraan serta bentuk akuntabilitas sekolah dan pemerintah daerah kepada masyarakat, yang memberikan kebebasan kepada gurudan kepala sekolah untuk berkreasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Tujuan pengambangan KTSP adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia agar para peserta didik lebih terampil, mudah mengatasi segala problem yang dihadapi dalam jalur pendidikan, sosial, dan dalam segala aspek kehidupan. Serta meningkatkan iman dan taqwa untuk membentuk akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik, menjadikan putra-putri Indonesia lebih mandiri dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi danseni serta mampu bersaing global dan dapat hidup berdsampingan dengan bangsa lain.
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan mengarah kepada ketercapainnya sasaran pendidikan yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah, setiap sekolah berhak menentukan strategi dalam ketercapain sasaran pendidikan tersebut dengan cara lebih mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional agar seluruh peserta didik dapat lulus dengan memuaskan tetapi tidak menyampingkan pelajaran lain yang tidak diujikan sebagai mata pelajaran pokok UAN, karena siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah maka ia pun dianggap gagal atau tidak lulus.
Selain hal tersebut strategi sekolah dalam mencapai sasaran pendidikan adalah mengembangkan MULOK agar para peserta didik lebih trampil dan mandiri dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja dimasa yang akan datang. Lebih meningkatkan program EKSKUL sehingga para peserta didik lebih mudah meraih banyak prestasi, atau lebih mengembangkan bahasa asingagar dapat bersaing di dunia global.
● Visi Sekolah
1. Mencerdaskan putra-putri bangasa sehingga menjadi masyarakat yang memiliki pengetahuan luas.
2. Meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
3. Menjadikan siswa-siswi yang terampil, mandiri, dan berakhlak mulia.
● Misi Sekolah
Menjadi sekolah SMA Sakura Nohana sekolah yang relevan, berdaya saing tinggi, memiliki lulusan yang berprestasi, kreatif, dan mandiri serta dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dibekali dengan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yan g membentuk akhlak mulia.
Dengan demikian sekolah dapat mengembangkan berbagai aspek kemampuan yang dimiliki dari setiap guru dan para peserta didik untuk lebih memajukan sekolahnya masing-masing dalam ketercapaian tujuan sekolah yaitu membentuk siswa yang cerdas, terampil, dapat bersaing dengan negara lain, mandiri, sehat, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi komponen antara lain mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri, pengaturan beban belajar, ketuntasan belajar, kenaiakan kelas dan kelulusan, penjurusan, pendidikan kecakapan hidup,dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
A. Mata Pelajaran
Dalam mata pelajaran "BIOLOGI" alokasi waktu pembelajaran atau tatap muka disesuaikan dengan beban materi yang diberikan.
MAPEL BIOLOGI KELAS X SMT I
No Materi Pokok Tatap Muka Waktu
1. Tujuan dan manfaat klasifikaasi. 1 2 x 45 menit
2. Proses dan hasil klasifikasi berdasarkan
persamaan dan perbedaan ciri yang dapat 1 2 x 45 menit
diamati.
3. Pemberian nama dan spesies dengan prinsip 3 6 x 45 menit
binomial nomenklatur.
4. Prinsip-prinsip klasifikasi. 1 2 x 45 menit
5. Kunci-kunci determinasi sederhana. 2 2 x 45 menit
6. Ciri, struktur, replikasi dan peran virus. 2 4 x 45 menit
7. Ciri, struktur dan replikasi kingdom monera 2 4 x 45 menit
B. Muatan Lokal
Pada muatan lokal disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk keunggulan daerah misalnya saja untuk daerah yang cocok sebagai perkembangbiakan lobster air tawar maka siswa dibekali keterampilan dan pengetahuan serta pengelolaan lobster air tawar tersebut.
Bentuk penilaian dalam muatan lokal berupa angka atau berbentuk kuantitatif, misalnya :
No. Muatan Lokal Angka
1. Bahasa Sunda 70
2. Kesenian 80
3. Pencak Silat 70
Substansi muatan lokal dapat berupa keterampilan produk dan jasa, misalnya bidang budi daya yaitu tanaman hias, tanaman obat, sayur, pembibitan ikan hias dan konsumsi. Bidang pengolahan yaitu pembuatan abon, kerupuk, dll. Bidang teknologi informasi dan komunikasi misalnya web desain, guide, dsb.
C. Pengembangan Diri
Pengembangan diri di setiap sekolah sangat penting karena sebagai alat mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik serta sarana dan prasarana sekolah yang mendukung. Pengembangan diri dapat berupa ekstrakurikuler yang diberikan disetiap sekolah sebagai ajang pengembangan kreativitas serta kepribadian siswa, serta penilaian dilakukan dalam bentuk kuantitatif.
No. Jenis ekskul Tatap muka / Nilai
Pelaksanaan kegiatan
1. Pranuka 1 x seminggu Kerajinan B
Sikap B
2. KIR 1 x seminggu Kerajinan C
Sikap A
D. Pengturan Beban Pengajar
Pengaturan beban belajar disesuaikan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan materi pokok sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum, dan diharapkan siswa dapat hadir minimal 85% dari seluruh tatap muka.
E. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan Belajar yaitu mengenai kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekola. Ketunrasan belajar untuk setiap indikator berkisar antara 0-100%, kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator minimal 75%. Sekolah memiliki hak untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal per mata pelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan sumber daya pendukung. Seorang siswa dianggap tuntas melaksanakan pembelajaran jika ia dapat memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Sekolah yang memiliki kompetensi yang bagus maka sekolah tersebut dapat menetapkan kriteria standar yang lebih tinggi diatas kriteria ideal jika inteks siswa bagus dan adanya daya dukung yang mendukung.
F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kriteria kenaiakan kelas ditentukan oleh para guru yang megang kelas masing-masing dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari nilai tiap mata pelajaran dan sikap moral siswa tersebut. Dalam rapat akhir tahunan akan dibahas mengenai siswa yang tidak lulus tersebut.
Kelulusan ditentukan sendiri oleh setiap sekolah dari batas kriteria minimal tergantung pada kemampuan siswa di masing-masing sekolah. Untuk aspek kelulusan ditiap sekolah memiliki cara berbeda untuk menghadapi ujian agar seluruh siswanya dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Guru dan para siswa harus bekerja sama untuk dapat mencapai kriteria kelulusan minimal.
Penuntasan kelulusan disesuaikan dengan ketuntasan dalam PP19/2005 pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah :
a). menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b). memperoleh nilai minimal pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran agama, kewarganegaraan, dan kepribadian, estetika, jasmani, dan olahraga sertakesehatan.
c). lulus ujian sekolah.
d). lulus ujian nasional.
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Berdasarkan surat keputusan kapala Dinas Dikmentri Nomor 460/ 2006 tanggal 29 Desember 2006 sekolah yang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan, dan sumber daya yamg dimiliki untuk melaksanakan program pembelajaran yang dimiliki untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan prestasi peserta didik.
SMA SAKURA NOHANA memiliki beberapa prestasi, diantaranya :
♦ Terakreditas A
♦ Rerata nilai UN tiga tahun terakhir adalah 7,50
♦ Animo 3 tahun terakhir lebih besar dari daya tampung
♦ Memiliki KTSP
♦ Dukungan dari komite
Jakarta, 21 Juni 2007
Kepala Sekolah SMA SAKURA NOHANA
IDA HAMIDAH, MSi
NIP : 16.0986.10684
SILABUS
Nama sekolah : SMA SAKURA NOHANA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Program : X (Sepuluh)
Semester : I (Satu)
Alokasi Waktu : 90 Jam (90x45 Menit)
Standar kompetensi : 1. Siswa mampu memahami, mengkomunikasikan dan melaksanakan pembelajaran mengenai pengelompokan makhluk hidup berdasarkan keanekaragaman hayati
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber
1.1 Memahami konsep keanekaragaman hayati melalui kegiatan dengan mengamati lingkungan sekitar −Pengertian keanekaragaman hayati
−Keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem
−Pentingnya keanekaragaman hayati untuk kehidupan masyarakat −Penyampaian materi keanekaragaman hayati
−Observasi mengenai keanekaragaman hayati dari jenis hewan dan tumbuhan
−Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat jenis (spesies)
−Penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai keanekaragaman hayati −Merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman dari makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya
−Membandingkan cirri keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem −Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktik
−Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktik
2x45 Menit
2x45 Menit
2x45 Menit
−Buku biologi
−OHV
−Video
−Bahan-bahan praktik yaitu jenis tumbuhan misalnya bunga Lilium bulbiferum dan Lilium canadense
1.2 Mengkomunikasikan wawasan siswa mengenai keanekaragaman hayati dan dapat mengklasifikasikan keanekaragaman hayati −Keanekaragaman hayati Indonesia
−Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati
−Prinsip-prinsip klasifikasi
−Kunci determinasi sederhana
−Tata nama binomial nomenklatur −Memahami dan menyikapi berbagai keanekaragaman hayati di Indonesia
−Mempraktekan teori yang telah di pelajari
−Pemahaman Klasifikasi
−Membuat kunci determinasi sederhana
−Membuat tata nama binomial nomenklatur −Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan membuat kebun tanaman dapur atau tanaman obat keluarga
−Menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip binomial nomenklatur −Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktek
2x45 Menit
2x45 Menit
2x45 Menit −Buku biologo
−Alat dan bahan praktek
Kelas/Semester : X (sepuluh) / I (Satu)
Pertemuan Ke : I (Satu)
Alokasi Waktu : 90 Jam (90x45 Menit)
Standar kompetensi : Siswa mampu memahami,mengkomunikasikan, dan melaksanakan pembelajaran mengenai pengelompokan makhlik hidup berdasarkan keanekaragaman hayati.
Kompetensi Dasar : 1.1 Memahami konsep keanekaragaman hayati melalui kegiatan dengan mengamati lingkungan sekitar.
1.2 Mengkomunikasikan wawasan siswa mengenai keanekaragaman hayati dan dapat mengklasifikasikan keanekaragaman hayati.
Indikator : 2.1 Merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya
2.2 Membandingkan ciri keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem.
2.3 Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan membuat kebun tanaman dapur atau tanaman obat keluarga.
2.4 Menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip binomial nomenklatur dan membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana berdasarkan objek biologi yang diamati.
________________________________________
I. Tujuan Pembelajaran : Membuat siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran, mampu memahami dan menyerap materi yang disampaikan, serta dapat bersikap dan mempraktekan materi pembelajaran tersebut.
II. Materi Ajar :
a. Pengertian keanekaragaman hayati
b.Keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem
c.Pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan masyarakat d.Keanekaragaman hayati Indonesia
e.Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati
f. Prinsip-prinsip klasifikasi
g.Kunci determinasi sederhana
h.Tata nama binomial nomenklatur
III. Metode Pembelajaran :
Tatap muka, diskusi, demonstrasi, observasi, tanya jawab, evaluasi.
IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
a.Kegiatan Awal : Pemahaman terhadap materi
b.Kegiatan Inti : Dapat mengkomunikasikan materi yang dipelajari
c.Kegiatan Akhir: Evaluasi
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar : Buku paket, alat atau media pembelajaran
VI. Penilaian : Latihan, ulangan Harian, praktek.
IDA HAMIDAH
20054150024
PENDIDIKAN BIOLOGI
UNINDRA
SMA NEGERI SAKURA NOHANA
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin canggih serta tingginya persaingan di masing-masing negara membuat pemerintah gencar mempersiapkan pendidikan yang memeliki kualitas tinggi. Untuk kepentingan tersebut pemerintah memprogramkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengatahuan, keterampiln dan sikiap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Hal ini terutama terkait dengan prinsip pengembangan KTSP berdasarkan landasan dari "Sistem Pendidikan Nasional sesuai dengan UU NO. 20 Tahun 2003", dan "PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan Peningkatan Mutu Pendidikan" yang dirancang oleh Menteri Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2002.
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena itu dalam proses pengembangan kurikulum tersebut, tidak hanya menuntut keterampialan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai faktor yang mempenngaruhinya.
Acuan operasional penyusunan KTSP terdiri dari peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntuan dunia kerja, perkembangan iptek, agama, dinamika perkembangan global perstuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, kesetaraan gender dan karakteristik satuan pendidikan.
Dalam pendidikan terdapat dua jenis standar yaitu standar akademis dan standar kompetensi. Standar akademis merefleksikan pengetahuan dan keterampilan esensial setiap ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik. Sedangkan standar kompetensi ditunjukan dalam proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan oleh peserta didik sebagai penerapan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Dengan demikian, standar akademis bisa sama untuk seluruh peserta didik, tetapi standar kompetensi bisa berbeda. Kurikulum sekarang merupakan standar akademis yang harus dikuasai oleh seluruh peserta didik, dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan.
Standar yang perlu ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional adalah standar kompetensi minimal. Batasan kompetensi ini perlu dirumuskan secara eksplisit dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Secara samar-samar standar kompetensi untuksetiap tujuan pokok bahasan dapat diidentifikasi dari uraian GBPP atau kisi-kisi ujian yang dikembangkan oleeh para guru.
Dalam menetapkan standar kompetensi pendidikan nasional, konsensus merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan desentralisasi secara utuh dan menyeluruh. Penetapan standar kompetensi dan standar mutu pendidikan merupakan jaminan bagi laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas nasional. Di samping itu, merupakan acuan penyelenggaraan serta bentuk akuntabilitas sekolah dan pemerintah daerah kepada masyarakat, yang memberikan kebebasan kepada gurudan kepala sekolah untuk berkreasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Tujuan pengambangan KTSP adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia agar para peserta didik lebih terampil, mudah mengatasi segala problem yang dihadapi dalam jalur pendidikan, sosial, dan dalam segala aspek kehidupan. Serta meningkatkan iman dan taqwa untuk membentuk akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik, menjadikan putra-putri Indonesia lebih mandiri dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi danseni serta mampu bersaing global dan dapat hidup berdsampingan dengan bangsa lain.
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan mengarah kepada ketercapainnya sasaran pendidikan yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah, setiap sekolah berhak menentukan strategi dalam ketercapain sasaran pendidikan tersebut dengan cara lebih mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional agar seluruh peserta didik dapat lulus dengan memuaskan tetapi tidak menyampingkan pelajaran lain yang tidak diujikan sebagai mata pelajaran pokok UAN, karena siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah maka ia pun dianggap gagal atau tidak lulus.
Selain hal tersebut strategi sekolah dalam mencapai sasaran pendidikan adalah mengembangkan MULOK agar para peserta didik lebih trampil dan mandiri dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja dimasa yang akan datang. Lebih meningkatkan program EKSKUL sehingga para peserta didik lebih mudah meraih banyak prestasi, atau lebih mengembangkan bahasa asingagar dapat bersaing di dunia global.
● Visi Sekolah
1. Mencerdaskan putra-putri bangasa sehingga menjadi masyarakat yang memiliki pengetahuan luas.
2. Meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
3. Menjadikan siswa-siswi yang terampil, mandiri, dan berakhlak mulia.
● Misi Sekolah
Menjadi sekolah SMA Sakura Nohana sekolah yang relevan, berdaya saing tinggi, memiliki lulusan yang berprestasi, kreatif, dan mandiri serta dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dibekali dengan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yan g membentuk akhlak mulia.
Dengan demikian sekolah dapat mengembangkan berbagai aspek kemampuan yang dimiliki dari setiap guru dan para peserta didik untuk lebih memajukan sekolahnya masing-masing dalam ketercapaian tujuan sekolah yaitu membentuk siswa yang cerdas, terampil, dapat bersaing dengan negara lain, mandiri, sehat, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi komponen antara lain mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri, pengaturan beban belajar, ketuntasan belajar, kenaiakan kelas dan kelulusan, penjurusan, pendidikan kecakapan hidup,dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
A. Mata Pelajaran
Dalam mata pelajaran "BIOLOGI" alokasi waktu pembelajaran atau tatap muka disesuaikan dengan beban materi yang diberikan.
MAPEL BIOLOGI KELAS X SMT I
No Materi Pokok Tatap Muka Waktu
1. Tujuan dan manfaat klasifikaasi. 1 2 x 45 menit
2. Proses dan hasil klasifikasi berdasarkan
persamaan dan perbedaan ciri yang dapat 1 2 x 45 menit
diamati.
3. Pemberian nama dan spesies dengan prinsip 3 6 x 45 menit
binomial nomenklatur.
4. Prinsip-prinsip klasifikasi. 1 2 x 45 menit
5. Kunci-kunci determinasi sederhana. 2 2 x 45 menit
6. Ciri, struktur, replikasi dan peran virus. 2 4 x 45 menit
7. Ciri, struktur dan replikasi kingdom monera 2 4 x 45 menit
B. Muatan Lokal
Pada muatan lokal disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk keunggulan daerah misalnya saja untuk daerah yang cocok sebagai perkembangbiakan lobster air tawar maka siswa dibekali keterampilan dan pengetahuan serta pengelolaan lobster air tawar tersebut.
Bentuk penilaian dalam muatan lokal berupa angka atau berbentuk kuantitatif, misalnya :
No. Muatan Lokal Angka
1. Bahasa Sunda 70
2. Kesenian 80
3. Pencak Silat 70
Substansi muatan lokal dapat berupa keterampilan produk dan jasa, misalnya bidang budi daya yaitu tanaman hias, tanaman obat, sayur, pembibitan ikan hias dan konsumsi. Bidang pengolahan yaitu pembuatan abon, kerupuk, dll. Bidang teknologi informasi dan komunikasi misalnya web desain, guide, dsb.
C. Pengembangan Diri
Pengembangan diri di setiap sekolah sangat penting karena sebagai alat mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik serta sarana dan prasarana sekolah yang mendukung. Pengembangan diri dapat berupa ekstrakurikuler yang diberikan disetiap sekolah sebagai ajang pengembangan kreativitas serta kepribadian siswa, serta penilaian dilakukan dalam bentuk kuantitatif.
No. Jenis ekskul Tatap muka / Nilai
Pelaksanaan kegiatan
1. Pranuka 1 x seminggu Kerajinan B
Sikap B
2. KIR 1 x seminggu Kerajinan C
Sikap A
D. Pengturan Beban Pengajar
Pengaturan beban belajar disesuaikan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan materi pokok sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum, dan diharapkan siswa dapat hadir minimal 85% dari seluruh tatap muka.
E. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan Belajar yaitu mengenai kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekola. Ketunrasan belajar untuk setiap indikator berkisar antara 0-100%, kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator minimal 75%. Sekolah memiliki hak untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal per mata pelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan sumber daya pendukung. Seorang siswa dianggap tuntas melaksanakan pembelajaran jika ia dapat memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Sekolah yang memiliki kompetensi yang bagus maka sekolah tersebut dapat menetapkan kriteria standar yang lebih tinggi diatas kriteria ideal jika inteks siswa bagus dan adanya daya dukung yang mendukung.
F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kriteria kenaiakan kelas ditentukan oleh para guru yang megang kelas masing-masing dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari nilai tiap mata pelajaran dan sikap moral siswa tersebut. Dalam rapat akhir tahunan akan dibahas mengenai siswa yang tidak lulus tersebut.
Kelulusan ditentukan sendiri oleh setiap sekolah dari batas kriteria minimal tergantung pada kemampuan siswa di masing-masing sekolah. Untuk aspek kelulusan ditiap sekolah memiliki cara berbeda untuk menghadapi ujian agar seluruh siswanya dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Guru dan para siswa harus bekerja sama untuk dapat mencapai kriteria kelulusan minimal.
Penuntasan kelulusan disesuaikan dengan ketuntasan dalam PP19/2005 pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah :
a). menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b). memperoleh nilai minimal pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran agama, kewarganegaraan, dan kepribadian, estetika, jasmani, dan olahraga sertakesehatan.
c). lulus ujian sekolah.
d). lulus ujian nasional.
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Berdasarkan surat keputusan kapala Dinas Dikmentri Nomor 460/ 2006 tanggal 29 Desember 2006 sekolah yang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan, dan sumber daya yamg dimiliki untuk melaksanakan program pembelajaran yang dimiliki untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan prestasi peserta didik.
SMA SAKURA NOHANA memiliki beberapa prestasi, diantaranya :
♦ Terakreditas A
♦ Rerata nilai UN tiga tahun terakhir adalah 7,50
♦ Animo 3 tahun terakhir lebih besar dari daya tampung
♦ Memiliki KTSP
♦ Dukungan dari komite
Jakarta, 21 Juni 2007
Kepala Sekolah SMA SAKURA NOHANA
IDA HAMIDAH, MSi
NIP : 16.0986.10684
SILABUS
Nama sekolah : SMA SAKURA NOHANA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Program : X (Sepuluh)
Semester : I (Satu)
Alokasi Waktu : 90 Jam (90x45 Menit)
Standar kompetensi : 1. Siswa mampu memahami, mengkomunikasikan dan melaksanakan pembelajaran mengenai pengelompokan makhluk hidup berdasarkan keanekaragaman hayati
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber
1.1 Memahami konsep keanekaragaman hayati melalui kegiatan dengan mengamati lingkungan sekitar −Pengertian keanekaragaman hayati
−Keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem
−Pentingnya keanekaragaman hayati untuk kehidupan masyarakat −Penyampaian materi keanekaragaman hayati
−Observasi mengenai keanekaragaman hayati dari jenis hewan dan tumbuhan
−Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat jenis (spesies)
−Penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai keanekaragaman hayati −Merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman dari makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya
−Membandingkan cirri keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem −Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktik
−Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktik
2x45 Menit
2x45 Menit
2x45 Menit
−Buku biologi
−OHV
−Video
−Bahan-bahan praktik yaitu jenis tumbuhan misalnya bunga Lilium bulbiferum dan Lilium canadense
1.2 Mengkomunikasikan wawasan siswa mengenai keanekaragaman hayati dan dapat mengklasifikasikan keanekaragaman hayati −Keanekaragaman hayati Indonesia
−Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati
−Prinsip-prinsip klasifikasi
−Kunci determinasi sederhana
−Tata nama binomial nomenklatur −Memahami dan menyikapi berbagai keanekaragaman hayati di Indonesia
−Mempraktekan teori yang telah di pelajari
−Pemahaman Klasifikasi
−Membuat kunci determinasi sederhana
−Membuat tata nama binomial nomenklatur −Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan membuat kebun tanaman dapur atau tanaman obat keluarga
−Menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip binomial nomenklatur −Jenis
Perorangan/kelompok
−Bentuk
Ulangan harian dan praktek
2x45 Menit
2x45 Menit
2x45 Menit −Buku biologo
−Alat dan bahan praktek
RPP
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Mata Pelajaran : Biologi(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Kelas/Semester : X (sepuluh) / I (Satu)
Pertemuan Ke : I (Satu)
Alokasi Waktu : 90 Jam (90x45 Menit)
Standar kompetensi : Siswa mampu memahami,mengkomunikasikan, dan melaksanakan pembelajaran mengenai pengelompokan makhlik hidup berdasarkan keanekaragaman hayati.
Kompetensi Dasar : 1.1 Memahami konsep keanekaragaman hayati melalui kegiatan dengan mengamati lingkungan sekitar.
1.2 Mengkomunikasikan wawasan siswa mengenai keanekaragaman hayati dan dapat mengklasifikasikan keanekaragaman hayati.
Indikator : 2.1 Merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya
2.2 Membandingkan ciri keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem.
2.3 Mendemonstrasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan membuat kebun tanaman dapur atau tanaman obat keluarga.
2.4 Menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip binomial nomenklatur dan membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana berdasarkan objek biologi yang diamati.
________________________________________
I. Tujuan Pembelajaran : Membuat siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran, mampu memahami dan menyerap materi yang disampaikan, serta dapat bersikap dan mempraktekan materi pembelajaran tersebut.
II. Materi Ajar :
a. Pengertian keanekaragaman hayati
b.Keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat gen, jenis, dan ekosistem
c.Pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan masyarakat d.Keanekaragaman hayati Indonesia
e.Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati
f. Prinsip-prinsip klasifikasi
g.Kunci determinasi sederhana
h.Tata nama binomial nomenklatur
III. Metode Pembelajaran :
Tatap muka, diskusi, demonstrasi, observasi, tanya jawab, evaluasi.
IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
a.Kegiatan Awal : Pemahaman terhadap materi
b.Kegiatan Inti : Dapat mengkomunikasikan materi yang dipelajari
c.Kegiatan Akhir: Evaluasi
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar : Buku paket, alat atau media pembelajaran
VI. Penilaian : Latihan, ulangan Harian, praktek.
IDA HAMIDAH
20054150024
PENDIDIKAN BIOLOGI
UNINDRA
Wednesday, June 6, 2007
Seputar Peningkatan Kadar Asam Urat Darah
Ketika kontrol laboratorium, seringkali terdengar seseorang berkata bahwa dirinya mempunyai asam urat. Atau pernahkah Anda mendengar seseorang merasa menderita asam urat waktu ia merasa sakit nyeri pada sendi-sendi tulang lututnya? Keluhan-keluhan tersebut sering dijumpai di masyarakat, dimana orang menyalahkan atau memperkirakan asam urat sebagai penyebab penyakitnya. Padahal, asam urat tersebut secara normal berada di tubuh manusia dengan kadar kurang atau sama dengan 7 mg/dl. Namun, apa sesungguhnya asam urat itu?
ASAM urat adalah asam lemah yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Nukleotid purin merupakan bahan penting untuk komposisi asam nukleat dan sumber energi tubuh. Pada keadaan normal akan terjadi keseimbangan antara pembentukan dan pemecahan nukleotid purin. Sedangkan purin tersebut berasal dari asupan diet purin dan pemakaian ulang purin yang sudah terdapat di dalam tubuh. Untuk mengubah purin menjadi asam urat dibutuhkan enzim xanthine axidase. Bagian tubuh yang mengandung banyak enzim tersebut antara lain adalah hati dan usus.
Hiperurikemi atau peningkatan kadar asam urat darah melebihi 7 mg/dl merupakan kelainan biokimiawi darah pada orang yang kebanyakan tidak disertai oleh kelainan klinik atau kelainan patologi. Peningkatan kadar asam urat darah ini bisa diakibatkan oleh produksi asam urat tubuh yang meningkat, atau pengeluaran (ekskresi) asam urat dari tubuh yang menurun, atau gabungan keduanya.
Kelainan patologi pada jaringan tubuh diakibatkan oleh deposit kristal urat (monosodium urat/MSU) di jaringan tersebut. Jaringan tubuh yang sering terlibat pada keadaan hiperurikemi adalah sendi, jaringan penunjang di sekitar sendi, dan ginjal. Sehingga manifestasi klinis kelainan hiperurikemi kebanyakan terjadi pada jaringan-jaringan tersebut. Manifestasi klinis ini sering disebut sebagai penyakit gout.
Asam urat sebagian besar -- meliputi duapertiga bagiannya -- akan dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal (urin). Sepertiga lainnya dikeluarkan melalui saluran cerna (tinja), dan kurang dari satu persen dikeluarkan melalui keringat.
Hiperurikemi dibagi menjadi primer dan sekunder. Disebut primer bila penyebabnya adalah kelainan pada enzim yang biasanya diperoleh secara kongenital. Disebut sekunder bila terdapat secara jelas penyakit atau keadaan-keadaan yang dapat meningkatkan kadar asam urat darah. Secara praktis, hiperurikemi diakibatkan oleh peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi asam urat, atau gabungan keduanya.
Peningkatan produksi asam urat antara lain dapat disebabkan oleh kelainan enzim kongenital pada pasien dengan penyakit-penyakit keganasan, kegemukan (obesitas), proses hemotisis, kekurangan oksigen, diet atau makanan kaya purin, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat-obat kanker, dan banyak minum alkohol. Sedangkan penurunan ekskresi asam urat bisa disebabkan antara lain karena penyakit gagal ginjal, tekanan darah tinggi, keadaan kekurangan cairan (dehidrasi), kencing manis ketoasidosis, konsumsi obat-obatan seperti diuretik, salisilat dosis rendah, etambutol, pirazinamid, penyalahgunaan obat pencahar, dan konsumsi alkohol.
Awal mula terjadinya serangan gout antara lain berhubungan dengan perubahan kadar asam urat di tubuh secara cepat, baik itu berupa kadar asam urat yang meningkat cepat antara lain oleh karena asupan diet kaya purin atau kadar asam urat yang menurun dengan cepat antara lain akibat pemberian obat penurun kadar asam urat yang berlebihan. Di samping faktor lepasnya kristal urat dari deposit kristal urat yang telah ada di jaringan.
Faktor Pemicu
Beberapa faktor yang memicu terjadinya serangan gout akut di jaringan sendi antara lain adalah adanya beda temperatur, trauma dan kerusakan jaringan, serta adanya kelainan sendi degeneratif. Pada keadaan gout akut, deposit asam urat -- paling sering terjadi pada sendi pangkal ibu jari kaki -- akan berulah. Sendi ibu jari tersebut akan terlihat membengkak, kemerahan, dan sakit, kadang-kadang disertai rasa demam, yang menggambarkan adanya proses peradangan. Proses ini diakibatkan kristal urat yang akan mengaktifkan sistem peradangan tubuh. Pembuktian bahwa asam urat sebagai penyebab proses peradangan sendi tersebut memerlukan pemeriksaan cairan sendi penderita gout yang diperoleh dari aspirasi (penyedotan) cairan sendi, dan akan terlihat adanya kristal urat yang khas di bawah mikroskop.
Terjadinya endapan kristal urat di ginjal tergantung dari dua faktor utama yaitu konsentrasi urin -- yang bergantung pada volume dan kecepatan aliran urin -- serta tingkat keasaman urin. Bila aliran urin lambat atau volume urin berkurang, akan memudahkan terjadinya endapan kristal urat. Demikian pula ada adanya urin yang asam mempermudah terjadinya endapan kristal urat. Endapan ini akan tinggi dari populasi normal. Disebutkan bahwa faktor batu ginjal tersebut antara lain adalah kadar asam urat yang tinggi, ekskresi kristal urat yang berlebihan, dan urin yang lebih asam.
Analisis batu ginjal pada penderita mendapatkan bahwa 80% terdiri dari batu urat, sedangkan sisanya adalah batu kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran. Batu urat tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan foto radiologik polos (radioluscent). Dicurigai menderita batu ginjal antara lain bila terdapat nyeri pinggang kolik yang akut, hematuri (kencing berdarah), dan rasa sakit waktu berkemih. Diagnosis yang paling akurat adalah bila dapat dilakukan analisis terhadap batu ginjal yang keluar.
Penanganan hiperurikemi meliputi usaha mencari penyebab meningkatnya asam urat, menurunkan kadar asam urat darah dan penanganan terhadap kelainan pada sendi dan ginjal. Usaha mencari penyebab hiperurikemi tidak mudah, berikan saja kepercayaan kepada dokter keluarga Anda. Seringkali keadaan ini diketahui secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan chek-up.
Pemberian Obat
Usaha menurunkan kadar asam urat darah dapat Anda lakukan dengan diet rendah purin, yaitu dengan menghindari atau berpantang terhadap bahan-bahan makanan yang mengandung tinggi purin, antara lain seperti daging segar, jerohan, jamur, kacang-kacangan, brokoli dan asparagus. Menjaga agar jumlah cairan tubuh cukup, dengan minuman cukup cairan, agar produksi urin lebih dari dua liter per hari. Hindari pemakaian alkohol, misalnya dengan pantang minum bir atau arak.
Pemakaian obat-obatan penurun kadar asam urat -- mengurangi produksi asam urat atau membuat ekskresi asam urat meningkat -- harus dengan pengawasan dokter. Begitu pula dengan pemakaian obat-obatan untuk kelainan sendi ataupun ginjal. Pemberian obat untuk membuat urin menjadi basa (alkalinisasi urin) sebaiknya dengan pengawasan dokter pula. Kadangkala bila terjadi gagal ginjal diperlukan tindakan pengobatan cuci darah.
Usaha pencegahan lebih baik daripada usaha pengobatan. Oleh karena itu pada Anda yang cenderung kadar asam uratnya meningkat, seperti Anda yang gemuk atau memakai obat salisilar dosis rendah oleh karena penyakit/keadaan lain, sebaiknya melakukan diet rendah purin dan kontrol berkala kadar asam urat anda di laboratorium.
* dr. Harbanu H. Mariyono,
ASAM urat adalah asam lemah yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Nukleotid purin merupakan bahan penting untuk komposisi asam nukleat dan sumber energi tubuh. Pada keadaan normal akan terjadi keseimbangan antara pembentukan dan pemecahan nukleotid purin. Sedangkan purin tersebut berasal dari asupan diet purin dan pemakaian ulang purin yang sudah terdapat di dalam tubuh. Untuk mengubah purin menjadi asam urat dibutuhkan enzim xanthine axidase. Bagian tubuh yang mengandung banyak enzim tersebut antara lain adalah hati dan usus.
Hiperurikemi atau peningkatan kadar asam urat darah melebihi 7 mg/dl merupakan kelainan biokimiawi darah pada orang yang kebanyakan tidak disertai oleh kelainan klinik atau kelainan patologi. Peningkatan kadar asam urat darah ini bisa diakibatkan oleh produksi asam urat tubuh yang meningkat, atau pengeluaran (ekskresi) asam urat dari tubuh yang menurun, atau gabungan keduanya.
Kelainan patologi pada jaringan tubuh diakibatkan oleh deposit kristal urat (monosodium urat/MSU) di jaringan tersebut. Jaringan tubuh yang sering terlibat pada keadaan hiperurikemi adalah sendi, jaringan penunjang di sekitar sendi, dan ginjal. Sehingga manifestasi klinis kelainan hiperurikemi kebanyakan terjadi pada jaringan-jaringan tersebut. Manifestasi klinis ini sering disebut sebagai penyakit gout.
Asam urat sebagian besar -- meliputi duapertiga bagiannya -- akan dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal (urin). Sepertiga lainnya dikeluarkan melalui saluran cerna (tinja), dan kurang dari satu persen dikeluarkan melalui keringat.
Hiperurikemi dibagi menjadi primer dan sekunder. Disebut primer bila penyebabnya adalah kelainan pada enzim yang biasanya diperoleh secara kongenital. Disebut sekunder bila terdapat secara jelas penyakit atau keadaan-keadaan yang dapat meningkatkan kadar asam urat darah. Secara praktis, hiperurikemi diakibatkan oleh peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi asam urat, atau gabungan keduanya.
Peningkatan produksi asam urat antara lain dapat disebabkan oleh kelainan enzim kongenital pada pasien dengan penyakit-penyakit keganasan, kegemukan (obesitas), proses hemotisis, kekurangan oksigen, diet atau makanan kaya purin, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat-obat kanker, dan banyak minum alkohol. Sedangkan penurunan ekskresi asam urat bisa disebabkan antara lain karena penyakit gagal ginjal, tekanan darah tinggi, keadaan kekurangan cairan (dehidrasi), kencing manis ketoasidosis, konsumsi obat-obatan seperti diuretik, salisilat dosis rendah, etambutol, pirazinamid, penyalahgunaan obat pencahar, dan konsumsi alkohol.
Awal mula terjadinya serangan gout antara lain berhubungan dengan perubahan kadar asam urat di tubuh secara cepat, baik itu berupa kadar asam urat yang meningkat cepat antara lain oleh karena asupan diet kaya purin atau kadar asam urat yang menurun dengan cepat antara lain akibat pemberian obat penurun kadar asam urat yang berlebihan. Di samping faktor lepasnya kristal urat dari deposit kristal urat yang telah ada di jaringan.
Faktor Pemicu
Beberapa faktor yang memicu terjadinya serangan gout akut di jaringan sendi antara lain adalah adanya beda temperatur, trauma dan kerusakan jaringan, serta adanya kelainan sendi degeneratif. Pada keadaan gout akut, deposit asam urat -- paling sering terjadi pada sendi pangkal ibu jari kaki -- akan berulah. Sendi ibu jari tersebut akan terlihat membengkak, kemerahan, dan sakit, kadang-kadang disertai rasa demam, yang menggambarkan adanya proses peradangan. Proses ini diakibatkan kristal urat yang akan mengaktifkan sistem peradangan tubuh. Pembuktian bahwa asam urat sebagai penyebab proses peradangan sendi tersebut memerlukan pemeriksaan cairan sendi penderita gout yang diperoleh dari aspirasi (penyedotan) cairan sendi, dan akan terlihat adanya kristal urat yang khas di bawah mikroskop.
Terjadinya endapan kristal urat di ginjal tergantung dari dua faktor utama yaitu konsentrasi urin -- yang bergantung pada volume dan kecepatan aliran urin -- serta tingkat keasaman urin. Bila aliran urin lambat atau volume urin berkurang, akan memudahkan terjadinya endapan kristal urat. Demikian pula ada adanya urin yang asam mempermudah terjadinya endapan kristal urat. Endapan ini akan tinggi dari populasi normal. Disebutkan bahwa faktor batu ginjal tersebut antara lain adalah kadar asam urat yang tinggi, ekskresi kristal urat yang berlebihan, dan urin yang lebih asam.
Analisis batu ginjal pada penderita mendapatkan bahwa 80% terdiri dari batu urat, sedangkan sisanya adalah batu kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran. Batu urat tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan foto radiologik polos (radioluscent). Dicurigai menderita batu ginjal antara lain bila terdapat nyeri pinggang kolik yang akut, hematuri (kencing berdarah), dan rasa sakit waktu berkemih. Diagnosis yang paling akurat adalah bila dapat dilakukan analisis terhadap batu ginjal yang keluar.
Penanganan hiperurikemi meliputi usaha mencari penyebab meningkatnya asam urat, menurunkan kadar asam urat darah dan penanganan terhadap kelainan pada sendi dan ginjal. Usaha mencari penyebab hiperurikemi tidak mudah, berikan saja kepercayaan kepada dokter keluarga Anda. Seringkali keadaan ini diketahui secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan chek-up.
Pemberian Obat
Usaha menurunkan kadar asam urat darah dapat Anda lakukan dengan diet rendah purin, yaitu dengan menghindari atau berpantang terhadap bahan-bahan makanan yang mengandung tinggi purin, antara lain seperti daging segar, jerohan, jamur, kacang-kacangan, brokoli dan asparagus. Menjaga agar jumlah cairan tubuh cukup, dengan minuman cukup cairan, agar produksi urin lebih dari dua liter per hari. Hindari pemakaian alkohol, misalnya dengan pantang minum bir atau arak.
Pemakaian obat-obatan penurun kadar asam urat -- mengurangi produksi asam urat atau membuat ekskresi asam urat meningkat -- harus dengan pengawasan dokter. Begitu pula dengan pemakaian obat-obatan untuk kelainan sendi ataupun ginjal. Pemberian obat untuk membuat urin menjadi basa (alkalinisasi urin) sebaiknya dengan pengawasan dokter pula. Kadangkala bila terjadi gagal ginjal diperlukan tindakan pengobatan cuci darah.
Usaha pencegahan lebih baik daripada usaha pengobatan. Oleh karena itu pada Anda yang cenderung kadar asam uratnya meningkat, seperti Anda yang gemuk atau memakai obat salisilar dosis rendah oleh karena penyakit/keadaan lain, sebaiknya melakukan diet rendah purin dan kontrol berkala kadar asam urat anda di laboratorium.
* dr. Harbanu H. Mariyono,
Subscribe to:
Posts (Atom)